WELCOME TO MY BLOG !

Senin, 28 November 2011

KELAINAN DALAM LAMANYA KEHAMILAN


1.     Premature/ Preterem
·        Persalinan premature adalah terjadinya persalinan pada usia kehamilan 28- 37 minggu  dengan perkiraan berat janin  antara 1000- 2500 gram. Persalinan pre mature merupakan penyebab utama dari kematian neonatal, yaitu kira- kira 50 % dari seluruh kematian janin.
·        Menurut holmer dan de Snoo, bayi premature adalah bayi yang lahir dengan kehamilan 28- 38 minggu.
·        Menurut greenhill, bayi premature adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram.
·        Menurut Eastmen, bayi premature adalah bayi yang lahir dengan berat badan 1000- 2499 gram.

Etiologi :
a.       Toksemia gravidarum
b.      Multiparitas
c.       Perdarahan antepartum
d.      Kelainan serviks
e.       Komlikasi dari penyakit, seperti sifilis, dekompensasi kordis, rematik, penyakit ginjal dan mioma uteri.
f.        Kelainan kongenital
g.       Ketuban pecah dini
h.       Rh- factor
i.         Hidramnion
j.        Gemeli

Factor yang mempengaruhi prematuritas :
a.       Umur ibu, suku bangsa, social ekonomi.
b.      Bakteri uria/ infeksi saluran kencing
c.       BB ibu sebelum hamil dan sewaktu hamil
d.      Antenatal care
e.       Anemia, penyakit jantung
f.        Jarak persalinan yang terlalu dekat
g.       Pekerjaan yang terlalu berat saat hamil berat
h.       Keadaan dimana bayi terpaksa dilahirkan premature, misalnya pada plasenta previa. Solution plasenta atau kehamilan ganda.

Penanganan Persalinan Premature :
Prinsip penanganan persalinan premature ada;ah :
·        Coba hentikan kontraksi uterus / penundaan kelahiran
·        Persalinan berjalan terus dan siapkan penanganan selanjutnya .
·        Upaya menghentikan kontrsksi uterus kemungkinan obat-obatan atau tokolitik hanya berhasil sebentar, tapi penting untuk memberikan kortikosteroid, intervensi ini bertujuan untuk menunda kelahiran sampai bayi cukup matang untuk lahir ( 37 minggu)
Penundaan kehamilan dilakukan bila :
-          Umur kehamilan 37 minggu
-          Pembukaan serviks kurang dari 3 cm
-          Tidak ada amnionitis, pre- eklamsi atau perdarahan yang aktif.
-          Tidak ada gawat janin.

2.     Post matur
Kehamilan post matur adalah kehamilan yang berlangsung lebih lama dari 42 minggu, dihitung berdasarkan rumus naegle, dengan siklus haid rata- rata 28 hari. Selain itu ada juga yang dihitung 42 minggu dari HPHT dan ada pula dihitung 42 minggu. Partusnya disebut partus postmaturus atau serotinus dan bayinya disebut postmaturitas atau serotinus.
Etiologi :
Etiologi pasti belum diketahui. Tapi ada yang menyebabkan faktor penyebabnya adalah faktor hormonal, yaitu kadar progesteron tidak cepat turun walaupun kehamilan telah cukup bulan, sehingga kepekaan uterus terhadap oksitosin berkurang. Faktor lain adalah faktor herediter, karena postmaturitas sering dijumpai pada suatu keluarga tertentu.


Tanda-tanda bayi postmatur :
1.      Biasanya lebih berat  dari bayi matur
2.      Tulang dan sutura kepala lebih keras dari bayi matur
3.      Rambut lanugo hilang atau sangat kurang
4.      Verniks kaseosa di badan kurang
5.      Kuku-kuku panjang
6.      Rambut kepala agak tebal
7.      Kulit agak pucat dengan desquamasi epitel

Pengaruh terhadap ibu dan janin :
a)      Terhadap ibu
Persalinan postmatur dapat menyebabkan distosia karena
-          Aksi uterus tidak terkoordinasi
-          Janin besar
-          Molase kepala kurang
Maka sering dijumpai partus lama, kesalahan letak, inersia uteri, distosia bahu, dan perdarahan postpartum. Hal ini akan menaikkan angka morbiditas dan mortalitas.

b)      Terhadap janin
Jumlah kematian janin atau bayi pada kehamilan 42 minggu 3kali lebih besar dari kehamilan 40 minggu, karena postmaturitas akan menambah bahaya pada janin. Pengaruh postmaturitas pada janin bervariasi : Berat badan janin dapat bertambah besar, tetap, da nada yang berkurang setelah kehamilan 42 minggu. Ada pula yang bias terjadi kematian janin dalam kandungan.
Penatalaksanaan :
1.      Setelah usia kehamilan lebih dari 40-42 minggu yang penting adalah monitoring janin sebaik-baiknya.
2.      Apabila tidak ada tanda-tanda insufisiensi plasenta, persalinan spontan dapat ditunggu dengan pengawasan ketat.
3.      Lakukan kolaborasi dengan dokter spesialis kandungan atau rujuk.


3.     Intrauterin Growth Retardation (IUGR)
Retardasi pertumbuhan intrauterine yaitu bayi yang pertumbuhannya terhambat di dalam rahim dimana berat bayi kurang dari usia kehamilan . Diketahui 5 – 7 % mengalami IUGR. Bayi-bayi ni berada dalam resiko tinggi dalam kematian perinatal, asidosis neonatal, hipoglikemia, hipokalsemia, dan polisitenia. Makin rendah  berat badan lahir, makin besar kemungkinan bahaya bagi bayi .
Faktor resiko :
a)      Nutrisi buruk
b)      Status social ekonomi lemah
c)      Pertumbuhan berat badan maternal buruk
d)      Berat badan ibu sebelum kehamilan kurang dari 45 kg .
e)      Zat kimia yang teratogen
f)        Kelainan kromosom seperti trisomi
g)      Infeksi virus atau bakteri pada maternal
h)      Abnormalitas genetic
i)        Kehamilan Ganda
j)        Riwayat kehamilan IUGR sebelumnya
k)      Ibu yang merokok atau menggunakan narkotika atau peminum alcohol
l)        Penyakit pada ibu : anemia, DM, Preeklamsi, Penyakit Jantung dan penyakit vaskuler.

Diagnosis
·        TFU tidak sesuai  dengan usia kehamilan
·        Peningkatan berat badan ibu kurang atau tidak ada
·        Penurunan cairan amnion atau cairan ketuban
·        Pemeriksaan USG

Wewenang Bidan
A.     Pada Kehamilan
-          Pengawasan kehamilan pada usia kehamilan kurang dari 34 minggu dan jumlah cairan ketuban cukup. Jika dekat aterm persalinan disegerakan.
-          Kolaborasi ke dokter OBGIN untuk pemeriksaan USG dan kesejahteraan janin.
-          Anjurkan ibu untuk tidak merokok lagi, menggunakan narkotik atau minum alcohol.
-          Berikan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan status nutrisi.
-          Batasi aktivitas ibu, anjurkan ibu lebih banyak istirahat dan kurangi pekerjaan atau aktivitas yang terlalu berat.
B.     Saat Persalinan
-          Awasi kemejuan persalinan seperti biasa dengan menggunakan partograf .
-          Kolaborasi dengan dokter OBGIN jika kemungkinan partus di rumah bidan .
-          Pantau DJJ selama proses persalinan.
-          Rujuk bayi ke rumah sakit jika ada tanda-tanda bayi mengalami aspirasi mekonium.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar